Dokternya Dokter


Jangan bingung dulu ya sobat nyata tapi gak aneh dotcom dengan judul beritanya "Dokternya Dokter". Sedikit Intermezzo dulu nih sob biar refresh sejenak pikiran kita hehehe.

Jadi begini ceritanya, Dulu ada seorang Pengangguran yang bernama Asep (bukan nama sebenarnya), dalam keputusasaan dan kejenuhan mencari pekerjaan akhirnya dia memutuskan untuk membuka sebuah Klinik Pengobatan meskipun dia bukan seorang Dokter, apalagi mengetahui Ilmu Kedokteran.


Supaya orang-orang mau berobat ke Kliniknya, Asep membuat Tagline Iklan yang menarik "Kalau Sembuh Cukup Bayar 100.000, Kalau Tidak Sembuh Kami Bayar 1.000.000".



Akhirnya iklan tersebut konon tak sengaja dibaca oleh seorang Dokter (Dokter Beneran) yang kemudian memutuskan untuk segera mencoba metode pengobatan di Klinik yang didirikan oleh Asep.

Asep   : Ada yang bisa dibantu pak?
Dokter: emmm anu mulut saya terasa hambar, kalau makan tidak berasa apa-apa.
Asep   : Oh baiklah kalo itu cukup diberi obat nomor 22 sebanyak 3 tetes didalam mulut.
Dokter: Wah minyak rem ini mah bukan obat!!!
Asep   : Hah, bapak sudah bisa merasakan lagi, selamat. 100.000 saja pak.
Dokter: &%%&$^#%*()&


Karena merasa jengkel dan telah dikerjain, akhirnya seminggu kemudian si dokter datang kembali untuk membalas kelakuan Asep dengan berpura-pura sakit yang parah.

Asep   : Loh Bapak sakit apalagi sekarang?
Dokter: Saya hilang ingatan, saya lupa identitas saya.
Asep   : Oh baiklah kalo itu cukup diberi obat nomor 22 sebanyak 3 tetes didalam mulut.
Dokter: Itu kan Minyak Rem, bukan Obat!!!
Asep   : Selamat, ingatan anda telah kembali pak, 100.000 saja biayanya.
Dokter: ()&**&*%&%)(

Sang Dokter merasa sangat kesal sejadi-jadinya dan memutuskan akan membalas dendam atas perlakuan asep yang telah mengerjainya, akhirnya dia datang lagi pada keesokan harinya setelah memikirkanpenyakit yang tidak mungkin dikasih obat yang sama untuk ketiga kalinya.

Asep   : Loh Bapak sakit apalagi sekarang?
Dokter: Mata saya rabun, jadi tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas.
Asep   : Mohon maaf pak, kalo penyakit seperti itu kami tidak bisa menyembuhkannya.
Dokter: senyum-senyum sumringah karena akhirnya berhasil membalas tindakan Asep.
Asep   : Kalau begitu ini ambil 1.000.000 (sambil menyerahkan uang pecahan 1.000 rupiah)
Dokter: Inikan 1.000 bukan 1.000.000!!!!
Asep   : Selamat pak, pengelihatan bapak telah kembali normal. 100.000 saja biayanya.
Dokter: $#^%&**(*&%&$&%

(Pea)